Mama, 4 huruf dengan jutaan makna..
mama, sosok lembut yang penuh cinta..
mama, wanita hebat yang diciptakan Allah Azza Wa Jalla untuk anak - anaknya
mama, tak cukup jutaan terimakasih untuk menebus setiap keringat dan rasa sakit yang kau tanggung ketika mengandung..
tak cukup emas berlian atau harta duniawi apapun untuk membalas setiap energi dan perhatian yang kau curahkan untukku..
mama, tak jarang kulihat air mata itu mengalir bersama dengan bait - bait doa untukku...
mama, cintamu untukku begitu sempura..meski tak bisa ku hitung lagi kesalahan yang ku buat..
Wahai Rabb- ku yang Maha Sempurna, berikan aku sedikit kesempatan untuk melukiskan senyum di wajahya...
menghapus setiap kekhawatirannya ketika aku tak tiba dirumah tepat waktu..
meredam amarahnya ketika beliau kesal dengan sikapku yang suka meremehkan waktu..
memegang dan memijit tangan lembutnya ketika beliau mengeluh tak enak badan..
dan masih banyak lagi yang ingin aku lakukan untuk mama..
mama, kau adalah perempuan terhebat yang aku punya.
kau begitu tegar ketika kau kehilangan ayah..
kau berjuang keras ketika harus menjadi ibu sekaligus ayah untuk anak - anakmu..
mama, tak ada kata lagi yang bisa ku ucapkan selain "Terimakasih"
terimakasih telah menjadi ibu yang baik..
terimakasih telah mengajarkan bahwa hidup ini adalah perjuangan panjang..
terimakasih, terimaksih untuk setiap cinta dan kasih sayang...
terimakasih untuk setiap doa yang kau panjatkan...
mama, aku mencintaimu karena Allah .. :')
mama, terimalah persembahan cinta dariku, persembahan cinta bersama dengan doa semoga kau selalu dalam lindungan-Nya..
*met milad mamaku sayangg.. :* Barakallah Fii Umurik :)
Selasa, 09 Juli 2013
Sabtu, 25 Mei 2013
*Untitled*
“ ketika menetralkan hati tak semudah
mewarnainya ...”
Kalimat yang selalu berulang dalam benakku.Warna
itu pernah ada.
aku sempat memilikinya
Bahkan
sempat membuatku berpikir
...mungkin tak butuh hujan untuk melihat
pelangi. karena aku sudah memiliki pelangiku sendiri.dan itu tanpa hujan...
Tapi aku benar – benar salah
mengartikannya. Proses alam itu tak bisa diubah. Rabb-ku sudah mengaturnya
dengan sempurna. Sesuatu terjadi. Membuatku ingin kembali pada posisi awal. Menetralkan
semuanya. tapi mungkin memang harusnya seperti ini. Rabb-ku mengajarkan proses
yang sesungguhnya. Inilah hujan ujian untukku. Dan aku akan melihat pelanginya
nanti. Aku yakin dengan janji ini. Karena ini bukan janji biasa. Ini adalah
janji Rabb-ku J #keephamasah
Senin, 25 Februari 2013
-- sebuah fiksi tentang mimpi dan hati--
--sebuah
fiksi tentang mimpi dan hati--
Ketika
aku tengah menulis...
kurasa mataku amat berat untk melanjutkan setiap kata yang melintas dalam otakku...
kurasa mataku amat berat untk melanjutkan setiap kata yang melintas dalam otakku...
Aku
terlelap...
Dalam
tidurku, aku bermimpi berada di sebuah
tempat yang entah apa namanya...
Tiba
– tiba seseorang tampak dari jauh datang tepat menuju kearahku...
Akupun
tak sedikitpun melepaskan pandanganku, mencari tau siapa pemilik tubuh yang
tengah berjalan menuju tempat aku berdiri...
Aku
terkejut ketika melihat sosok itu semakin dekat semakin bersinar..
Aku
tak bisa melihat jelas wajahnya...
“ikuti
aku..” hanya itu yang bisa ku dengar....
Langkahkupun
mengikuti setiap langkahnya...
Kami menuju sebuah pintu berwarna putih....
Aku
masih terus berpikir tentang apa yang aku alami saat ini...
Apakah
ini mimpi...
Ataukah
aku tiba- tiba mati...??
Pertanyaan
itu yang kini menari – nari dalam kepalaku...
Sosok
itupun tak bicara sedikitpun untuk menjelaskan tujuannya mendatangiku...
Dia
hanya diam..dan terus melangkah...
Aku
yang masih dalam keadaan bingung memberanikan diri untuk bertanya “ maaf, siapa
kamu..?? “
Sosok
itu menjawab pertanyaanku dengan diam....
kami
tiba di depan pintu itu, dan kemudian masuk...
sebuah
ruangan yang cukup luas... di penuhi
dengan kertas yang penuh tulisan
beraneka warna....
tiba-
tiba sosok itu bicara... “ bagaimana menurutmu
ruangan ini...?? “
aku
yang terkejut mencoba menjawab sekenanya... “ aneh... tapi sepertinya pemilik
ruangan ini adalah orang yang sangat suka menuliskan perasaannya...” sosok
itupun berjalan menuju salah satu sisi ruangan dan memperlihatkan padaku sebuah
lubang yang cukup besar....
“
apa maksudmu memperlihatkan aku lubang ini... ??” akhirnya aku kembali
melontarkan pertanyaan.. mulutku tak mampu lagi menahan pertanyaan – pertanyaan
yang semakin menumpuk dalam hati dan fikiranku...
“
apa kau tau cara memperbaikinya...?? “
Sosok itu kembali bicara, seperti tak peduli
dengan pertanyaanku...
“eenngg...
bukankah itu hanya sebuah lubang biasa
dan tak begitu besar... mengapa tak dibiarkan saja... toh pemiliknya
juga tak mempermasalahkan... pemiliknya saja tak peduli... mengapa kita harus
peduli...” jawaban itu begitu lancar keluar dari mulutku....
“andaikan
Ruangan ini adalah hati... dan lubang ini adalah luka... apakah kau mampu
menyembuhkannya...??” sosok itu lagi – lagi bicara...
“
.........................................................” aku terdiam...
dadaku seperti sesak... aku tak bisa bicara.. karena memang tak ada yang bisa
aku ucapkan...
Setelah
beberapa waktu terdiam...
“mengapa
kau menyamakan ruangan ini dengan
hati...??! mereka berbeda ... ini hanya sebuah ruangan... ruangan dengan sebuah
lubang.. jika ingin ku perbaiki...
tinggal ku tambal saja bagian yang lubang itu... atau kuperbaiki seluruh bagian
dari ruangan ini hingga semuanya terlihat baru.. sementara hati... kau tak bisa
menyamakan lubang itu dengan luka...menyembuhkan luka tak semudah menambal
lubang ...!!.” aku setengah berteriak... menyembunyikan isak tangis yang nyaris
pecah karena kata – katanya seperti mengusik rasa yang sangat ingin aku
hilangkan...
“ kau terlalu rapuh... kau tau, mereka tak jauh beda... mereka sama- sama butuh untuk diperbaiki... jika ruangan ini butuh ditambal/direnovasi... maka hati butuh untuk disembuhkan...semuanya untuk mendapatkan suasana baru... keindahan baru dan ketenangan... Ruangan ini bukan tak ada pemiliknya... pemiliknya hanya tengah melarikan diri karena tak bisa memperbaiki ruangan ini... dia begitu mencintai ruangan ini.. hingga dia hanya memikirkan bagaimana membuat ruangan ini nyaman untuk dia tempati... bagaimana ruangan ini menjadi tempatnya untuk menyimpan tulisan – tulisan perasaannya... tapi dia lupa satu hal... dia lupa belajar bagaimana jika suatu saat ada bagian dari ruangan ini yang rusak atau digerogoti oleh serangga.. dia lupa belajar bagaimana harus memperbaikinya. Sama seperti hati... dia hanya memikirkan bagaimana membuat hatinya bahagia... tanpa memikirkan bahwa akan ada satu dari sekian banyak kemungkinan hatinya akan terluka... dia tak pernah belajar bagaimana harus menyembuhkan hatinya...” sosok itu menjelaskan semuanya dengan nada suara yang tak berubah... sangat tenang....
“ kau terlalu rapuh... kau tau, mereka tak jauh beda... mereka sama- sama butuh untuk diperbaiki... jika ruangan ini butuh ditambal/direnovasi... maka hati butuh untuk disembuhkan...semuanya untuk mendapatkan suasana baru... keindahan baru dan ketenangan... Ruangan ini bukan tak ada pemiliknya... pemiliknya hanya tengah melarikan diri karena tak bisa memperbaiki ruangan ini... dia begitu mencintai ruangan ini.. hingga dia hanya memikirkan bagaimana membuat ruangan ini nyaman untuk dia tempati... bagaimana ruangan ini menjadi tempatnya untuk menyimpan tulisan – tulisan perasaannya... tapi dia lupa satu hal... dia lupa belajar bagaimana jika suatu saat ada bagian dari ruangan ini yang rusak atau digerogoti oleh serangga.. dia lupa belajar bagaimana harus memperbaikinya. Sama seperti hati... dia hanya memikirkan bagaimana membuat hatinya bahagia... tanpa memikirkan bahwa akan ada satu dari sekian banyak kemungkinan hatinya akan terluka... dia tak pernah belajar bagaimana harus menyembuhkan hatinya...” sosok itu menjelaskan semuanya dengan nada suara yang tak berubah... sangat tenang....
“bagaimana
mungkin kau tau sedetil itu.... bahkan kurasa kau tak tau siapa pemilik ruangan
yang kau sebut hati ini....!!” aku semakin emosi....
“
aku tau..... sangat tau... karena aku tengah ditugaskan untuk mengajarinya
bagaimana memperbaiki ruangan yang ku sebut hati ini.... dia hanya sedang
kehilangan harapan yang meredupkan semangatnya.... dia hanya perlu bersyukur
dan ikhlas.... dan Rabb-nya akan memberikan semuanya... semua cara untuk
memperbaiki dan menyembuhkan... dia hanya butuh meyakinkan lagi pada dirinya
bahwa dia itu layak untuk mendapatkan kebahagiaan... dia punya banyak orang
yang sangat peduli padanya... bahkan sangat mencintainya...
Dia
itu sempurna dengan kekurangannya.......” sosok itu menghentikan penjelasannya
“heh..
memangnya segampang itu..?? jika memang segampang itu, mengapa masih banyak
yang menangis karena terluka...??!! mengapa mereka yang menyakiti tak ada yang
peduli dengan mereka... ??!! dan apakah
dia juga mampu melakukan apa yang kau katakan??!!... bahkan sekarang dia
terlalu pengecut untuk menunjukkan dirinya... aku ingin melihat orang
itu....pemilik ruangan ini... mengapa hanya kita saja yang ada disini....??!!
“ suaraku serak... aku yang terbawa
emosi mencecarnya dengan pertanyaan – pertanyaan yang mungkin tak mampu aku
ucapkan ketika aku sedang baik – baik saja... ya... aku memang tidak dalam
keadaan baik saat ini.... aku emosi... aku menangis... aku sakit... sesak...
dan kemudian aku terdiam.... ketika dia menjawab semua pertanyaanku dengan 1
kalimat...
“
pemilik ruangan yang ku sebut hati ini adalah kau....”
Seluruh
badanku lemas....
Aku
semakin tak bisa menahan tangisku...
Air
mataku mengucur deras....
Suaraku
bergetar mencoba untuk berkata “maaf..”
“tak
apa... kau sudah tau semuanya...
Sekarang
hapus airmatamu... sudah cukup kau menangis... simpan airmatamu untuk momen
yang lebih berharga dari ini... hatimu butuh banyak cinta dari orang – orang
yang kau sayangi yang juga menyayangimu...
hatimu tak butuh begitu banyak airmata kesedihan yang dapat merusak
bagian – bagian dari ruangan milikmu...
Ingatlah
bagaimana perjuanganmu membuat ruangan ini nyaman untuk semua tulisanmu...
Jadilah
berbeda dengan caramu memperbaiki dan menyembuhkan hatimu...
Sehingga
mereka yang masih terluka mampu melihatmu dan kemudian belajar bagaimana bisa
menjadi sepertimu....” suara itu begitu tenang menghadapi amarahku....
Kurasakan
kesejukan menyelimuti ruangan itu.... terasa sangat tenang.... tulisan –
tulisan itu semakin berwarna.... ku sadari sebuah senyum terlukis diwajahku
yang basah akan airmata... aku menyadarinya.... dia benar....aku terlalu
rapuh... bahkan untuk menyembuhkan hatiku....
dia sudah menjalankan tugasnya.... dan tugasku adalah membuatnya menjadi
nyata....
“terimakasih
ya Rabb... untuk sebentuk hati yang tlah kau berikan untukku...untuk setiap
senyum dan airmata... dan untuk apapun yang kau takdirkan untukku... “ batinku
berguman ditengah ketenangan yang
menyapa raga....
kulihat sosok itu kemudian hilang.... menjadi
sinar – sinar kecil yang menambah keindahan sebuah fiksi tentang mimpi dan
hati....
“mereka itu saudaraku... “
Teman, aku punya...
Alhamdulillah aku memilikinya
banyak..
Mereka diberbagai tempat, di
sekolah, dirumah, kampus... aku punya... dan aku bersyukur untuk itu...
Mereka itu... orang – orang yang
hebat...
Dan bagaimana dengan sahabat..??
Yaa... aku juga punya...
Tak sebanyak teman, tapi mereka
adalah salah satu sumber kekuatanku...
Ya.. kekuatan untuk bertahan...
seperti itulah... :’)
Mereka adalah semangat yang
dikirimkan Allah Azza Wa Jalla setelah
keluargaku...
Alasanku untuk tetap kuat
menjalani setiap kenyataan yang banyak mengejutkanku
Sumber inspirasiku....
Aku bukanlah tipe orang yang
mudah berteman...
Karena itu kurasa Rabb-ku
mengirimkan mereka dengan tujuan itu...
“agar aku mampu melihat dunia
luar...” tak hanya dunia dalam imajinasiku...
Terdengar sangat tidak masuk akal
... tapi itulah mereka...
Aku mencintai mereka...
Sangat mencintai mereka...
Mereka ajaib dengan kemampuan
mereka masing – masing...
Mereka mengenalkanku pada banyak
hal... mengajarkanku banyak hal... dan memberiku banyak hal...
Aku bahkan tak bisa lagi
menghitung setiap apa yang mereka korbankan untukku dimasa – masa sulit...
ketika Dan aku... sepertinya
masih belum banyak yang aku lakukan untuk mereka...
Mereka dewasa tapi terlalu “imut”
untuk dikatakan sebagai orang dewasa...
Aku merasakan kehilangan ketika ada saat – saat kami berselisih hanya
karena masalah yang sepele...
Tapi... Rabb-ku memang
sempurna... J
Kami berhasil melewatinya...
Kami mengalami metamorfosis yang
sangat sempurna...
Bahkan kurasa akan melebihi
sempurnanya metamorfosis kupu-kupu... :D
Ya... “ikatan “ ini akan lebih
indah dari kupu-kupu....
Aku ingin mengatakan banyak hal pada mereka...
“ terimakasih telah hadir didunia ini.. kurasa Rabb-ku telah memilihmu untuk jadi sahabat..tepatnya saudaraku :’)
“ terimakasih telah hadir didunia ini.. kurasa Rabb-ku telah memilihmu untuk jadi sahabat..tepatnya saudaraku :’)
Maaf belum bisa jadi saudara yang
baik... tapi aku akan berusaha untuk menjaga apapun yang kita punya... termasuk
“ikatan” ini... “
Ini hanya sepenggal dari apa yang
ingin aku ucapkan...
masih banyak hal yang tak bisa aku uraikan
lagi...
Ku harap mereka tak jenuh dengan
tingkahku...
karena kutau mereka menerimaku
apa adanya...
Ya... karena akupun demikian...
Aku menerima mereka dalam “satu
paket”
Kekurangan dan kelebihan
mereka...
Terimakasih banyak untuk
Rabb-ku... :)
Mereka sudah melakukan tugasnya
dengan baik...
Mereka membuatku bangga
menyebutkan “mereka itu saudaraku....”
Tinggal aku yang belum
menyelesaikan tugasku...
Membuat mereka tersenyum karena
“ikatan” ini... :)
_ “ Semoga... semoga Allah Azza
Wa Jalla selalu menjaga dan mengukuhkan “ikatan” ini hingga nanti...
Ketika kami sudah tak mampu lagi
tersenyum...
Ketika kami tak mampu lagi
membuat sejarah dalam kehidupan kami...
Ketika kami tak mampu lagi
bermimpi dan membuatnya menjadi nyata...
Dan ku harap, kami masih akan
bersama disana...
Di tempat yang lebih indah dari
mimpi dan imajinasi....
Di tempat yang kami impikan..
Ya... insyAllah.... :)
“let’s drawing our dreams, and
make it true together...”
Love u my bestfriend :)
Langganan:
Postingan (Atom)