Rabu, 31 Oktober 2012

aku dan kesempatan milikku...

aku berharap waktuku tak hanya kali ini...
aku merusak awal yang indah untukmu dan untukku...'
aku berharap senyumku tak hanya kali ini...
karena aku tau ini sudah bukan kesempatan awal yang bahagia....
aku berada di kesempatan kedua yang mengajarkanku bahwa " kesempatan kedua tak seindah kesempatan pertama..."
kesempatan kedua yang jauh dari bayanganku...
yang merubah senyumku menjadi airmata...
merubah cara pandangmu padaku...
merubah sikapmu dalam hari-hariku....
aku berharap masih ada kesempatan ketiga, keempat dan seterusnya... 
dimana aku masih bisa memiliki banyak waktu untuk memperbaiki semuanya...
dan senyum itu kembali lagi aku lihat sebagai semangatku :')
aku berharap masih ada kesempatan kelima. keenam dan seterusnya....
agar aku punya banyak waktu untuk berdamai dengan diriku ...mencari ketenangan batin yang terusik karena ulahku...
aku berharap masih ada kesempatan ketujuh, kedelapan dan seterusnya.....
agar aku lebih memahami konsep cinta yang aku harapkan... " cinta yang ikhlas dan dewasa"
aku berharap ada kesempatan ke sembilan, kesepuluh dan seterusnya...
agar aku bisa merekam setiap cerita yang kita ciptakan dalam hari-hariku...
aku berharap masih banyak kesempatanku untuk bersamamu .....
hingga aku sampai pada batas kesempatan yang diberikan Rabb-ku....
hingga aku siap pergi dengan ikhlas dan tersenyum... karena aku tlah banyak mengukir kenangan bersamamu...
ku tau kau takkan menangis, kau akan tersenyum dan menjalani kehidupan dengan kesempatan - kesempatan milikmu.... dan akupun tak akan menyesal pergi....karena sudah cukup bahagiaku ketika bersama denganmu dan mereka yang mencintaiku dalam setiap kesempatan-kesempatan milikku...
terimakasih untuk Rabb-ku yang sempurna...
terimakasih untuk kesempatan-kesempatan ini...
aku rasa aku cukup bahagiadan insyAllah... akan tetap bahagia sampai kesempatan terakhir yang Rabb-ku berikan untukku....

Selasa, 30 Oktober 2012

Dalam Sujudku ....

.....
ketika kegelisahan tetap mengusik ketenangan batinku....
ketika asa tak lagi mampu tuk membangun kerapuhan jiwaku...
ku tundukkan hati dan semua beban batinku di sajadahku....
ku bawa semua airmata, senyum, kecewa dan bahagia dalam sujudku...
berharap ketika aku bangkit dari sujudku...
akan ada sedikit ketenangan hati untukku...
sedikit senyum yang mampu menenangkan batinku....
tak lupa ku selipkan sebuah nama dalam deretan doa untuk Rabb-ku ...
nama yang tak pernah ku ingat namun tlah membekas...
nama yang ingin aku lupakan namun tak pernah hilang....
nama yang membuat hatiku bergetar atas nama sebuah rasa....
nama yang entah tertulis dalam "buku takdirku" ataukah hanya bagian dari "perjalanan takdirku"...
aku percaya... nama itu tak kebetulan ada dalam hidupku...
karena bagi Rabb-ku ... tak ada yang kebetulan...
semuanya tlah diatur dengan sempurna....
hanya terkadang... aku yang membuatknya terlihat tak sempurna...
keegoisanku sebagai manusia membuatku tak mampu mencerna sebagian dari rencana-Nya untukku...
dalam sujudku... ku panjatkan jutaan harap...
semoga aku masih punya banyak waktu untuk memperbaiki  semua kekacauan yang ku buat karena sifatku....
dalam sujudku....
ku titipkan mimpi-mimpiku....
mimpi - mimpiku bersama mereka yang ku sayangi...
mimpi - mimpiku bersama mereka anugerah Rabb-ku yang Indah....
dan mimpi - mimpiku bersama sebuah nama...
sebuah nama yang akan menjadi Imam dalam setiap sujudku....
sebuah nama yang akan menguatkan kerapuhan jiwaku...
sebuah nama .... yang akan mengajariku bahwa pertemuan ini.... akan terasa semakin sempurna...
ketika aku tlah menjadi ma'mumnya....

*temukan aku dalam setiap sujud Ibadahmu..... :)



Kamis, 25 Oktober 2012

Dear Cinta.. :')


Dear cinta....
Cinta....
Masih ingatkah kau padaku.....
Aku adalah hati yang kau tinggalkan....
Hati yang merasakan sakitnya kecewa....
hati yang belum bisa melupakan rasa sakitnya  dengan sempurna......
Cinta...
Apa kau bisa merasakan sesaknya nafasku ketika harus menahan sakit karenamu....
Apa kau tau betapa tersiksanya aku menata kembali alur kehidupanku yang sempat kacau karenamu....
Cinta....
Apakah kebahagiaan bersamamu memang harus dibayar dengan airmata??
Cinta...
Katakan padaku, mengapa aku harus mempertahankanmu di hatiku....
Jika yang kudapati hanya airmata dan kecewa....
Cinta...
Sepertinya aku tak lagi ingat bagaimana memahamimu....
aku tak mengerti dengan konsep kebahagiaan milikmu...
cinta.....
kurasa kau terlalu sempurna untukku yang biasa...
dan aku memutuskan tuk menutup hatiku....
berharap getarmu tak sampai di hatiku untuk waktu yang panjang....
aku ingin beristirahat dan terlelap sejenak tanpa bayang –bayang rasa sakit karenamu....
cinta...
aku lelah dengan rasaku....
rasa yang mengusik ketenangan hatiku...
dan itu adalah getarmu....
cinta....
mengapa kau selalu memberiku awal yang bahagia....
membiarkanku mengukir begitu banyak mimpi....
dan kau akhiri dengan rasa sakit dan luka.....
cinta....
apa aku egois menginginkan sedikit kebahagiaan bersamamu.....??
taukah kau berapa lama aku menunggu hanya untuk sekedar tersenyum bersamamu....??
tapi mengapa kau ganti senyumku dengan airmata secepat ini....
cinta....
beri tau aku bagaimana aku harus memahamimu....
beri aku sedikit waktu tuk mengenal kembali dirimu....
bantu aku mengenalmu dari sisi yang lain...
bantu aku mengenalmu dengan konsep milikmu....
hingga akhirnya aku mampu dan pantas untukmu.....
cinta....
Maafkan aku yang banyak menyalahkanmu....
semuanya terjadi karena apa yang kualami atas namamu....
cinta....
temui aku diwaktu yang tepat....
dan ketika kau mendapatiku ditengah perjalananmu... tanyakan padaku sebuah pertanyaan...  “apakah kau siap??”
jika aku tak menjawab....
maka acuhkanlah aku...
teruskan perjalananmu... karena disaat yang bersamaan.. aku tengah belajar mengenalmu dan berjalan dijalanku hingga akhirnya kita bertemu di satu titik dan  kau mendapatiku dengan jawaban “ ya...”

Selasa, 23 Oktober 2012

"dan inilah narasiku"


ku awali kisah ini dengan datar dan biasa" saja...
pertemuan pertama bahkan tak ada saling sapa...
hanya pandangan mata kita yang tak sengaja bertemu...
yang tidak aku mengerti, secepat itu kau mendapatkan perhatian orang" disekitarku...
bahkan sampai menimbulkan cemburu...
entahlah... 
dan kemudian kau mulai terlibat dalam setiap episode kehidupanku..
kau berhasil mendapatkan perhatian mereka...
dan juga perhatianku...
kau pendiam... penilaian awalku untukmu...
mereka banyak bercerita tentangmu... dan aku mengamatimu dari jauh....
dan yang kudapatkan adalah... kau baik, sopan, dan tenang....
kejutan pertama, membuat aku cukup salting ...
kejutan berikutnya membuatku  benar” mulai memperhatikanmu....
hadiah yang tak pernah aku lupakan...
momen   yang baru pertama aku alami bersama  mereka dan dirimu....
aku menangis....
aku masih meyakinkan hati... apakah aku harus membiarkanmu terus berada dalam episode kehidupanku atau sebaliknya...
kau dengan usahamu mendapatkan perhatianku....
membuatku  tak menemukan alasan kuat mengapa aku harus mengacuhkanmu........
dan kau terus menjadi bagian dari kehidupanku...
ku ceritakan kau pada Rabb-ku dalam setiap sujud ibadahku,,,,
 ku minta sebuah keyakinan tuk menerimamu hadir di kehidupanku...
dan kisah ini pun di mulai....
kau menjadi bagian dari fiksiku....
aku belajar menyukaimu....
dan aku kini percaya sepenuhnya....
kau  selalu berhasil mengambil perhatian orang” sekitarku.....
bahkan orang yang tuk sangka  percaya padamu secepat ini....
tapi, sepertinya aku melupakan sesuatu...
aku lupa bahwa semuanya ini hanya deskripsiku tentangmu....
aku terbawa oleh imajinasiku yang mulai menyukaimu...
dan saat ini aku terjebak dengan kesalahan yang aku buat sendiri...
ketika aku tak bisa memperbaiki keadaan yang aku ciptakan sendiri...
sikap mu yang tak bisa lagi ku artikan membuatku bingung...
harusnya tak sesesak ini.. jika memang tak ada yang salah dengan rasaku...
aku merasa perlu menjelaskan semuanya..
berharap keadaaan bisa kembali seperti semula....
maaf untuk semua sikapku yang membuatmu  tak nyaman denganku...
tapi sepertinya semuanya percuma...
semuanya terasa semakin rumit..untukku...
perubahanmu cukup mengacaukanku...
ku rasa kau tak sama lagi...
alasanmu karena mereka yang cemburu...
entahlah...
aku semakin tak mengerti denganmu...
adakah kau ragu??
Sungguh... hanya seperti inikah keseriusanmu...??
Jika hanya seperti ini...
Percuma semua penilaianku untukmu....
Tapi, tak usah khawatir...
Aku tak akan menyalahkanmu atau membencimu...
Karena aku tak punya hak untuk itu...
Aku hanya sedikit kecewa.. dengan diriku yang terlalu percaya... itu saja...
Akupun sadar ini adalah sepenuhnya kesalahanku....
Terimakasihh untuk senyum itu...
Terimakasih karena tlah memberiku keberanian tuk merasakan cinta lagii...
Kurasa ini adalah resiko yang harus aku tanggung atas pilihan yang aku buat.....
Ini bukan cerita tentangmu...
Ini adalah narasi kesalahanku...
Mungkin orang lain akan melihat ini sebagai kedangkalan fikirku..
Tapi tak apa...
Aku sudah cukup lelah dengan rasaku....
Aku tak mau memikirkan  pendapat mereka tentangku.....
Karena  sekarang aku memilih menghentikan narasi ini.....................................

Senin, 22 Oktober 2012

"kehilangan" sebelum "memiliki"


Dan akhirnya semuanya terjadi...
Ketakutanku akan rasa sakit itu...
ternyata rasa sakit itu terlalu cepat mendapatkanku....
Dan aku tak bisa berbuat banyak...
Tak ada yang bisa aku lakukan selain harus ku selesaikan sendiri...
Aku tak harus meminta pertanggungjawabannya atas rasa sakit ini..
Dan terimakasih...
Terimakasih karena membangunkanku lebih awal....
Setidaknya aku tak terlalu banyak mengukir mimpi tentangnya ...
semuanya adalah kesalahanku...
Kesalahanku membiarkan perasaan ini terlalu padanya...
Ya,,, mungkin aku harus kembali belajar tentang hatiku...
Karena sepertinya aku tak lagi ingat, bagaimana aku harus menata hatiku...
Aku lupa bahwa  Cinta selalu membawa senyum dan airmata bersama....
Dan lagi” itu adalah kesalahanku...
mungkin ini adalah hukuman untukku...
Karena  mendahului takdir-NYA sang Pemilik Cinta...
Aku tak mau sabar tuk belajar ikhlas....
Dan akhirnya membuatku kehilangan sebelum memiliki....
Ya... kurasa itulah sebabnya...
Aku tak pernah mau benar” ikhlas tuk belajar  mencintai Makhluk-Mu  ya Rabb...
Aku selalu membiarkan  perasaan membawaku...
Perasaan yang menjanjikan kebahagiaan semu...
Maaf.... maaf atas kebodohanku....
Maaf... atas ketidakberdayaanku melawan rasa cinta ini.....
ya.. itulah aku dengan segala kekuranganku...
Aku akan berusaha menyelesaikan semuanya...
bahkan jika harus aku pergi... akan aku lakukan...
Karena itu adalah bagian dari resiko atas pilihan yang aku buat...
“mencintainya yang mungkin bukan takdirku” :’(