Selasa, 23 Oktober 2012

"dan inilah narasiku"


ku awali kisah ini dengan datar dan biasa" saja...
pertemuan pertama bahkan tak ada saling sapa...
hanya pandangan mata kita yang tak sengaja bertemu...
yang tidak aku mengerti, secepat itu kau mendapatkan perhatian orang" disekitarku...
bahkan sampai menimbulkan cemburu...
entahlah... 
dan kemudian kau mulai terlibat dalam setiap episode kehidupanku..
kau berhasil mendapatkan perhatian mereka...
dan juga perhatianku...
kau pendiam... penilaian awalku untukmu...
mereka banyak bercerita tentangmu... dan aku mengamatimu dari jauh....
dan yang kudapatkan adalah... kau baik, sopan, dan tenang....
kejutan pertama, membuat aku cukup salting ...
kejutan berikutnya membuatku  benar” mulai memperhatikanmu....
hadiah yang tak pernah aku lupakan...
momen   yang baru pertama aku alami bersama  mereka dan dirimu....
aku menangis....
aku masih meyakinkan hati... apakah aku harus membiarkanmu terus berada dalam episode kehidupanku atau sebaliknya...
kau dengan usahamu mendapatkan perhatianku....
membuatku  tak menemukan alasan kuat mengapa aku harus mengacuhkanmu........
dan kau terus menjadi bagian dari kehidupanku...
ku ceritakan kau pada Rabb-ku dalam setiap sujud ibadahku,,,,
 ku minta sebuah keyakinan tuk menerimamu hadir di kehidupanku...
dan kisah ini pun di mulai....
kau menjadi bagian dari fiksiku....
aku belajar menyukaimu....
dan aku kini percaya sepenuhnya....
kau  selalu berhasil mengambil perhatian orang” sekitarku.....
bahkan orang yang tuk sangka  percaya padamu secepat ini....
tapi, sepertinya aku melupakan sesuatu...
aku lupa bahwa semuanya ini hanya deskripsiku tentangmu....
aku terbawa oleh imajinasiku yang mulai menyukaimu...
dan saat ini aku terjebak dengan kesalahan yang aku buat sendiri...
ketika aku tak bisa memperbaiki keadaan yang aku ciptakan sendiri...
sikap mu yang tak bisa lagi ku artikan membuatku bingung...
harusnya tak sesesak ini.. jika memang tak ada yang salah dengan rasaku...
aku merasa perlu menjelaskan semuanya..
berharap keadaaan bisa kembali seperti semula....
maaf untuk semua sikapku yang membuatmu  tak nyaman denganku...
tapi sepertinya semuanya percuma...
semuanya terasa semakin rumit..untukku...
perubahanmu cukup mengacaukanku...
ku rasa kau tak sama lagi...
alasanmu karena mereka yang cemburu...
entahlah...
aku semakin tak mengerti denganmu...
adakah kau ragu??
Sungguh... hanya seperti inikah keseriusanmu...??
Jika hanya seperti ini...
Percuma semua penilaianku untukmu....
Tapi, tak usah khawatir...
Aku tak akan menyalahkanmu atau membencimu...
Karena aku tak punya hak untuk itu...
Aku hanya sedikit kecewa.. dengan diriku yang terlalu percaya... itu saja...
Akupun sadar ini adalah sepenuhnya kesalahanku....
Terimakasihh untuk senyum itu...
Terimakasih karena tlah memberiku keberanian tuk merasakan cinta lagii...
Kurasa ini adalah resiko yang harus aku tanggung atas pilihan yang aku buat.....
Ini bukan cerita tentangmu...
Ini adalah narasi kesalahanku...
Mungkin orang lain akan melihat ini sebagai kedangkalan fikirku..
Tapi tak apa...
Aku sudah cukup lelah dengan rasaku....
Aku tak mau memikirkan  pendapat mereka tentangku.....
Karena  sekarang aku memilih menghentikan narasi ini.....................................

Tidak ada komentar:

Posting Komentar