Dear
cinta....
Cinta....
Masih
ingatkah kau padaku.....
Aku
adalah hati yang kau tinggalkan....
Hati
yang merasakan sakitnya kecewa....
hati
yang belum bisa melupakan rasa sakitnya dengan sempurna......
Cinta...
Apa
kau bisa merasakan sesaknya nafasku ketika harus menahan sakit karenamu....
Apa
kau tau betapa tersiksanya aku menata kembali alur kehidupanku yang sempat
kacau karenamu....
Cinta....
Apakah
kebahagiaan bersamamu memang harus dibayar dengan airmata??
Cinta...
Katakan
padaku, mengapa aku harus mempertahankanmu di hatiku....
Jika
yang kudapati hanya airmata dan kecewa....
Cinta...
Sepertinya
aku tak lagi ingat bagaimana memahamimu....
aku
tak mengerti dengan konsep kebahagiaan milikmu...
cinta.....
kurasa
kau terlalu sempurna untukku yang biasa...
dan
aku memutuskan tuk menutup hatiku....
berharap
getarmu tak sampai di hatiku untuk waktu yang panjang....
aku
ingin beristirahat dan terlelap sejenak tanpa bayang –bayang rasa sakit
karenamu....
cinta...
aku
lelah dengan rasaku....
rasa
yang mengusik ketenangan hatiku...
dan
itu adalah getarmu....
cinta....
mengapa
kau selalu memberiku awal yang bahagia....
membiarkanku
mengukir begitu banyak mimpi....
dan
kau akhiri dengan rasa sakit dan luka.....
cinta....
apa
aku egois menginginkan sedikit kebahagiaan bersamamu.....??
taukah
kau berapa lama aku menunggu hanya untuk sekedar tersenyum bersamamu....??
tapi
mengapa kau ganti senyumku dengan airmata secepat ini....
cinta....
beri
tau aku bagaimana aku harus memahamimu....
beri
aku sedikit waktu tuk mengenal kembali dirimu....
bantu
aku mengenalmu dari sisi yang lain...
bantu
aku mengenalmu dengan konsep milikmu....
hingga
akhirnya aku mampu dan pantas untukmu.....
cinta....
Maafkan
aku yang banyak menyalahkanmu....
semuanya
terjadi karena apa yang kualami atas namamu....
cinta....
temui
aku diwaktu yang tepat....
dan
ketika kau mendapatiku ditengah perjalananmu... tanyakan padaku sebuah
pertanyaan... “apakah kau siap??”
jika
aku tak menjawab....
maka
acuhkanlah aku...
teruskan
perjalananmu... karena disaat yang bersamaan.. aku tengah belajar mengenalmu
dan berjalan dijalanku hingga akhirnya kita bertemu di satu titik dan kau mendapatiku dengan jawaban “ ya...”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar