Senin, 25 Februari 2013

-- sebuah fiksi tentang mimpi dan hati--


--sebuah fiksi tentang mimpi dan hati--
Ketika aku tengah menulis...
kurasa mataku amat berat untk melanjutkan setiap kata yang melintas dalam otakku...
Aku terlelap...
Dalam tidurku, aku bermimpi  berada di sebuah tempat yang entah apa namanya...
Tiba – tiba seseorang tampak dari jauh datang tepat menuju kearahku...
Akupun tak sedikitpun melepaskan pandanganku, mencari tau siapa pemilik tubuh yang tengah berjalan menuju tempat aku berdiri...
Aku terkejut  ketika melihat  sosok itu semakin dekat semakin bersinar..
Aku tak bisa melihat jelas wajahnya...
“ikuti aku..” hanya itu yang bisa ku dengar....
Langkahkupun mengikuti setiap langkahnya...
Kami  menuju sebuah pintu berwarna putih....
Aku masih terus berpikir tentang apa yang aku alami saat ini...
Apakah ini mimpi...
Ataukah aku tiba- tiba mati...??
Pertanyaan itu yang kini menari – nari dalam kepalaku...
Sosok itupun tak bicara sedikitpun untuk menjelaskan tujuannya mendatangiku...
Dia hanya diam..dan terus melangkah...
Aku yang masih dalam keadaan bingung memberanikan diri untuk bertanya “ maaf, siapa kamu..?? “
Sosok itu menjawab pertanyaanku dengan diam....
kami tiba di depan pintu itu, dan kemudian masuk...
sebuah ruangan yang cukup luas...  di penuhi dengan kertas yang penuh  tulisan beraneka warna....
tiba- tiba sosok itu bicara... “ bagaimana menurutmu  ruangan ini...?? “
aku yang terkejut mencoba menjawab sekenanya... “ aneh... tapi sepertinya pemilik ruangan ini adalah orang yang sangat suka menuliskan perasaannya...” sosok itupun berjalan menuju salah satu sisi ruangan dan memperlihatkan padaku sebuah lubang yang cukup besar....
“ apa maksudmu memperlihatkan aku lubang ini... ??” akhirnya aku kembali melontarkan pertanyaan.. mulutku tak mampu lagi menahan pertanyaan – pertanyaan yang semakin menumpuk dalam hati dan fikiranku...
“ apa kau tau cara memperbaikinya...?? “
 Sosok itu kembali bicara, seperti tak peduli dengan  pertanyaanku...
“eenngg... bukankah itu hanya sebuah lubang biasa  dan tak begitu besar... mengapa tak dibiarkan saja... toh pemiliknya juga tak mempermasalahkan... pemiliknya saja tak peduli... mengapa kita harus peduli...” jawaban itu begitu lancar keluar dari mulutku....
“andaikan Ruangan ini adalah hati... dan lubang ini adalah luka... apakah kau mampu menyembuhkannya...??” sosok itu lagi – lagi bicara...
“ .........................................................” aku terdiam... dadaku seperti sesak... aku tak bisa bicara.. karena memang tak ada yang bisa aku ucapkan...
Setelah beberapa waktu terdiam...
“mengapa kau  menyamakan ruangan ini dengan hati...??! mereka berbeda ... ini hanya sebuah ruangan... ruangan dengan sebuah lubang.. jika  ingin ku perbaiki... tinggal ku tambal saja bagian yang lubang itu... atau kuperbaiki seluruh bagian dari ruangan ini hingga semuanya terlihat baru.. sementara hati... kau tak bisa menyamakan lubang itu dengan luka...menyembuhkan luka tak semudah menambal lubang ...!!.” aku setengah berteriak... menyembunyikan isak tangis yang nyaris pecah karena kata – katanya seperti mengusik rasa yang sangat ingin aku hilangkan...
“ kau terlalu rapuh... kau tau, mereka tak jauh beda... mereka sama- sama butuh untuk diperbaiki... jika ruangan ini butuh ditambal/direnovasi... maka hati  butuh untuk disembuhkan...semuanya untuk mendapatkan suasana baru... keindahan baru dan ketenangan... Ruangan ini bukan tak ada pemiliknya... pemiliknya  hanya tengah melarikan diri karena tak bisa memperbaiki  ruangan ini... dia begitu mencintai ruangan ini.. hingga dia  hanya memikirkan bagaimana membuat ruangan ini nyaman untuk dia tempati... bagaimana ruangan ini menjadi tempatnya untuk menyimpan tulisan – tulisan perasaannya... tapi dia lupa satu hal... dia lupa belajar bagaimana jika suatu saat ada bagian dari ruangan ini yang rusak atau digerogoti oleh serangga.. dia lupa belajar bagaimana harus memperbaikinya. Sama seperti hati... dia hanya memikirkan bagaimana membuat hatinya bahagia... tanpa memikirkan bahwa akan ada satu dari sekian banyak  kemungkinan  hatinya akan terluka... dia tak pernah belajar bagaimana harus menyembuhkan hatinya...” sosok itu menjelaskan semuanya dengan nada suara yang tak berubah... sangat tenang....
“bagaimana mungkin kau tau sedetil itu.... bahkan kurasa kau tak tau siapa pemilik ruangan yang kau sebut hati ini....!!” aku semakin emosi....
“ aku tau..... sangat tau... karena aku tengah ditugaskan untuk mengajarinya bagaimana memperbaiki ruangan yang ku sebut hati ini.... dia hanya sedang kehilangan harapan yang meredupkan semangatnya.... dia hanya perlu bersyukur dan ikhlas.... dan Rabb-nya akan memberikan semuanya... semua cara untuk memperbaiki dan menyembuhkan... dia hanya butuh meyakinkan lagi pada dirinya bahwa dia itu layak untuk mendapatkan kebahagiaan... dia punya banyak orang yang sangat peduli padanya... bahkan sangat mencintainya...
Dia itu sempurna dengan kekurangannya.......” sosok itu menghentikan penjelasannya
“heh.. memangnya segampang itu..?? jika memang segampang itu, mengapa masih banyak yang menangis karena terluka...??!! mengapa mereka yang menyakiti tak ada yang peduli dengan mereka... ??!! dan  apakah dia juga mampu melakukan apa yang kau katakan??!!... bahkan sekarang dia terlalu pengecut untuk menunjukkan dirinya... aku ingin melihat orang itu....pemilik ruangan ini... mengapa hanya kita saja yang ada disini....??!! “  suaraku serak... aku yang terbawa emosi mencecarnya dengan pertanyaan – pertanyaan yang mungkin tak mampu aku ucapkan ketika aku sedang baik – baik saja... ya... aku memang tidak dalam keadaan baik saat ini.... aku emosi... aku menangis... aku sakit... sesak... dan kemudian aku terdiam.... ketika dia menjawab semua pertanyaanku dengan 1 kalimat...
“ pemilik ruangan yang ku sebut hati ini adalah kau....”
Seluruh badanku lemas....
Aku semakin tak bisa menahan tangisku...
Air mataku mengucur deras....
Suaraku bergetar mencoba untuk berkata “maaf..”
“tak apa... kau sudah tau semuanya...
Sekarang hapus airmatamu... sudah cukup kau menangis... simpan airmatamu untuk momen yang lebih berharga dari ini... hatimu butuh banyak cinta dari orang – orang yang kau sayangi yang juga menyayangimu...  hatimu tak butuh begitu banyak airmata kesedihan yang dapat merusak bagian – bagian dari ruangan milikmu...
Ingatlah bagaimana perjuanganmu membuat ruangan ini nyaman untuk semua tulisanmu...
Jadilah berbeda dengan caramu memperbaiki dan menyembuhkan hatimu...
Sehingga mereka yang masih terluka mampu melihatmu dan kemudian belajar bagaimana bisa menjadi sepertimu....” suara itu begitu tenang menghadapi amarahku....
Kurasakan kesejukan menyelimuti ruangan itu.... terasa sangat tenang.... tulisan – tulisan itu semakin berwarna.... ku sadari sebuah senyum terlukis diwajahku yang basah akan airmata... aku menyadarinya.... dia benar....aku terlalu rapuh... bahkan untuk menyembuhkan hatiku....  dia sudah menjalankan tugasnya.... dan tugasku adalah membuatnya menjadi nyata....
“terimakasih ya Rabb... untuk sebentuk hati yang tlah kau berikan untukku...untuk setiap senyum dan airmata... dan untuk apapun yang kau takdirkan untukku... “ batinku berguman ditengah  ketenangan yang menyapa raga.... 
 kulihat sosok itu kemudian hilang.... menjadi sinar – sinar kecil yang menambah keindahan sebuah fiksi tentang mimpi dan hati....


“mereka itu saudaraku... “




Teman, aku punya...
Alhamdulillah aku memilikinya banyak..
Mereka diberbagai tempat, di sekolah, dirumah, kampus... aku punya... dan aku bersyukur untuk itu...
Mereka itu... orang – orang yang hebat...
Dan bagaimana dengan sahabat..??
Yaa... aku juga punya...
Tak sebanyak teman, tapi mereka adalah salah satu sumber kekuatanku...
Ya.. kekuatan untuk bertahan... seperti itulah... :’)
Mereka adalah semangat yang dikirimkan Allah Azza Wa Jalla  setelah keluargaku...
Alasanku untuk tetap kuat menjalani setiap kenyataan yang banyak mengejutkanku
Sumber inspirasiku....
Aku bukanlah tipe orang yang mudah berteman...
Karena itu kurasa Rabb-ku mengirimkan mereka dengan tujuan itu...
“agar aku mampu melihat dunia luar...” tak hanya dunia dalam imajinasiku...
Terdengar sangat tidak masuk akal ... tapi itulah mereka...
Aku mencintai mereka...
Sangat mencintai mereka...
Mereka ajaib dengan kemampuan mereka masing – masing...
Mereka mengenalkanku pada banyak hal... mengajarkanku banyak hal... dan memberiku banyak hal...
Aku bahkan tak bisa lagi menghitung setiap apa yang mereka korbankan untukku dimasa – masa sulit...
ketika Dan aku... sepertinya masih belum banyak yang aku lakukan untuk mereka...
Mereka dewasa tapi terlalu “imut” untuk dikatakan sebagai orang dewasa...
Aku merasakan kehilangan  ketika ada saat – saat kami berselisih hanya karena masalah yang sepele...
Tapi... Rabb-ku memang sempurna... J
Kami berhasil melewatinya...
Kami mengalami metamorfosis yang sangat sempurna...
Bahkan kurasa akan melebihi sempurnanya metamorfosis kupu-kupu... :D
Ya... “ikatan “ ini akan lebih indah dari kupu-kupu....
Aku  ingin mengatakan banyak hal pada mereka...
“ terimakasih telah hadir didunia ini.. kurasa Rabb-ku telah memilihmu untuk jadi sahabat..tepatnya saudaraku :’)
Maaf belum bisa jadi saudara yang baik... tapi aku akan berusaha untuk menjaga apapun yang kita punya... termasuk “ikatan” ini... “
Ini hanya sepenggal dari apa yang ingin aku ucapkan...
 masih banyak hal yang tak bisa aku uraikan lagi...
Ku harap mereka tak jenuh dengan tingkahku...
karena kutau mereka menerimaku apa adanya...
Ya... karena akupun demikian...
Aku menerima mereka dalam “satu paket”
Kekurangan dan kelebihan mereka...
Terimakasih banyak untuk Rabb-ku... :)
Mereka sudah melakukan tugasnya dengan baik...
Mereka membuatku bangga menyebutkan “mereka itu saudaraku....”
Tinggal aku yang belum menyelesaikan tugasku...
Membuat mereka tersenyum karena “ikatan” ini... :)
_ “ Semoga... semoga Allah Azza Wa Jalla selalu menjaga dan mengukuhkan “ikatan” ini hingga nanti...
Ketika kami sudah tak mampu lagi tersenyum...
Ketika kami tak mampu lagi membuat sejarah dalam kehidupan kami...
Ketika kami tak mampu lagi bermimpi dan membuatnya menjadi nyata...
Dan ku harap, kami masih akan bersama disana...
Di tempat yang lebih indah dari mimpi dan imajinasi....
Di tempat yang kami impikan..
Ya... insyAllah.... :)

“let’s drawing our dreams, and make it true together...”
Love u my bestfriend :)