tak
sengaja aku mengunjungi sebuah blog ketika aku tengah membuat tugas, aku
tertahan sebentar untuk membaca tulisan – tulisan yang ada di dalamnya.
Dan... mengagumkan... bagaimana mungkin si penulis mampu mengungkapkan
semuanya senyata ini.. aku bahkan sempat tertohok dengan beberapa tulisan
miliknya...
Aku
seperti tengah melihat diriku kemarin yang tak lagi jelas ....
Saat
itu...
Aku
adalah jiwa begitu mudah menangis hanya karena sesuatu yang belum
tentu pantas mendapatkan airmataku...
Aku
yang begitu rapuh....
Aku
yang begitu mudah menyerah...
Aku
tak menemukan sedikitpun ruang bagi kebahagiaan....
Ku
rasa kebahagiaanpun enggan untuk menghampiri jiwaku yang selalu ku tutupi
dengan begitu banyak kegalauan yang abstrak...
Banyak
hal disekitarku yang entah aku sadari atau tidak lebih indah dari apa yang aku
bayangkan...
Aku
punya keluarga yang mencintaiku...
Aku
punya sahabat dan orang – orang yang mencintaiku ....
Tapi
ada bagian dari diriku yang tak mau perduli dengan semua keindahan itu...
Bagian
dari diriku yang berada dalam ruang yang tak bercahaya...
Ruang
yang entah apa namanya....
Aku
seperti terpenjara dalam ruangan itu...
Aku
melihat diriku yang sepertinya tak mau mengakui kelemahanku yang tlah
jelas – jelas tampak ...
Mungkin
ruang itu bisa ku sebut “hati”...
Hati
yang entah mengapa tiba – tiba seperti ruangan yang tak bercahaya...
Hati
yang hanya mengingat hal – hal menyedihkan...
Hati
yang hanya meratapi setiap luka yang tergores karena “rasa” yang
mereka bilang indah...
Hati
yang terlampau banyak kecewa dengan kenyataan yang mematahkan semua
imajinasi dan harapan...
Dan
hati yang nyaris mati... karena jarang ku sentuh dengan alunan ayat
– ayat suci Rabb-ku...
Ya...
itu adalah diriku yang kemarin....
Diriku
yang berada dalam bagian cerita yang ingin aku kubur ...
Dan
aku memulai bab baru dalam cerita milikku....
Aku
berusaha memperbaiki semuanya....
Aku
belajar bahwa kenyataan tak pernah terlepas dari rasa sakit dan kecewa....
Aku
belajar tentang ikhlas, sabar, percaya, dan ketulusan...
Aku
lebih menyadari keberadaanku sebagai manusia....
Aku
menyadari kehidupanku sebagai hamba....
Memberi
sedikit cahaya dalam ruangan itu untuk melihat sisi lain yang mungkin tertutupi
oleh kegelapan dan keburukan sifatku...
Dan
perlahan aku menemukan apa yang aku inginkan...
“ketenangan”..
Meski
tak sesempurna definisi tenang yang sesungguhnya...
Tapi
aku mulai menikmatinya...
Ternyata
hidup ini lebih indah ketika kita mensyukuri semuanya....
Rabb-ku
dan Kesempurnaan-NYA membuatku semakin mantap dengan langkah – langkah milikku
saat ini...
Aku
berusaha berkomitmen dengan hati dan diriku...
Fokus
pada prioritas kehidupanku...
Memperkuat
iman dan ilmu....
Mempersiapkan
diri untuk begitu banyak kebahagiaan dan ujian yang akan menyambutku dalam
episode – episode kehidupanku... *senyum
“Semoga
Rabb-ku selalu menjagaku... membantuku memperbaiki diri dan menyempurnakan
iman”
Ini
hanyalah sepenggal permohonan dari deretan do’a yang selalu terucap dan
ku aamiinkan dalam setiap sujud ibadahku...
Berharap
permohonanku terijabah oleh Rabb-ku..
“hidup
terlalu pendek untuk membatasi pikiranmu”_kutipan di salah satu blog..
Mungkin
aku akan membuat kalimat lain yang mirip seperti ini...
“ hidup terlalu indah untuk tidak disyukuri... “
“ hidup terlalu indah untuk tidak disyukuri... “
bukankah
apa yang terjadi dalam kehidupanku dan kehidupanmu sudah tertulis jauh sebelum
kita melihat dunia ini...
ya....
aku hanya perlu menikmati dan bersyukur dengan kehidupanku....
belajar
... berproses dan berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi....
selamat
berjuang untuk diriku....
semoga
semangatt ini terus tertanam dalam hati dan pikiranku...
#semangatt
^,^
Terimakasih
untuk Heartchime... *senyum
Tidak ada komentar:
Posting Komentar