Kisah
ini memang layaknya film yang sering ku tonton...
Di
awal cerita... kedua tokoh mengawali kisah dengan datar....
Mengalami
beberapakali pertemuan, bicara, dan akhirnya terbiasa... dan kisahpun berlanjut
dengan akhir yang tak bisa di prediksi penonton...
Kurasa...
Seperti itulah kita....
Aku..
seperti sutradara yang membuat film dengan tokoh utama “kau” dan “aku”
Namun,
aku tak punya banyak dialog dalam film ini...
Karena
apa yang ada dalam film ini hanyalah sebuah gambaran tentang perasaan...
Dan
akupun memulai filmku....
_Scene
**:
“pertemuan
pertama yang terasa datar.. seorang teman saat masih berumur belasan tahun...
dan kini bertemu lagi dalam kondisi yang berbeda...”
_Scene
** :
“
kau ... membuatku memperhatikanmu lewat mereka...
nice moment... kau berhasil mendapatkannya“
nice moment... kau berhasil mendapatkannya“
_Scene**:
“Semuanya
berubah....
Bahkan
hatiku....”
Ya..
dalam filmku entah pada adegan keberapa... hatiku tlah terbiasa dengan
hadirmu...
Hari
– hariku tlah terbiasa dengan adanya dirimu....
_scene**:
“Semua
terasa begitu bahagia..
Kau,
aku, dan mereka... terasa begitu lengkap... ”
pasti...
setiap sutradara menginginkan cerita yang bahagia....
Tapi
kemudian.. dalam filmku muncul sebuah konflik...
Konflik
yang juga mengubah semuanya...
Mengubah
apa yang kupikir akan menjadi akhir yang
indah dalam film ini....
_scene**:
“
kau menjauh...”
-----the end------
Tak
apa... kau memang hanya bagian dalam filmku, kau bahkan bisa pergi kapan
saja...
Tak
ada ikatan apapun...
Tak
ada alasan untukmu tetap tinggal dalam cerita ini...
dalam
cerita film ataupun dalam kisah nyataku...
itulah
yang harusnya aku sadari...
mungkin
aku harus mengakhiri film ini meskipun
bukan dengan senyuman bahagia...
bukankah
sebuah film tak harus berakhir “happy ending”....
dan
itu filmku...
tak
akan ada penonton yang kecewa...
karena
penontonnya hanya aku...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar