Minggu, 04 November 2012

Dia... yang sebenarnya... Aku


Dia sudah cukup mengerti....
ternyata batasnya hanya sampai disini...
dan dia tak akan mencoba untuk menembus batas itu...
mungkin, dia akan mundur 1 langkah untuk menjauhi batas itu.....
mungkin seperti itu lebih baik... "semoga hari-harinya lebih tenang" ....
harapan yang kini ia bawa bersama rasa yang tak lagi berbentuk...
Dia sudah cukup mengerti....
batas itu sudah cukup menjelaskan semuanya...
dia sudah cukup lelah...
dia tak menemukan apa yang ia sebut "cinta" dalam cerita miliknya...
batas itu sudah lebih dahulu membuat ia tak mampu mengenal cinta lebih jauh....
baginya kata "cinta" terlalu rumit...
mungkin akan ia pelajari... tapi nanti..
ketika ia merasa pantas untuk "cinta" yang terlihat begitu sempurna untuknya...
dan kini, dia tengah memperbaiki alur cerita miliknya....
dia harus memulai semuanya dari awal lagi....
menghapus 1 tokoh dalam ceritanya...
dan satu hal yang kini tengah ia tanamkan dalam hatinya...
“dia tidak akan menciptakan tokoh lain lagi dalam ceritanya”.....
Dia sudah merasa cukup dengan tokoh yang ada dalam ceritanya....
Karena mungkin, kehadiran tokoh baru dapat merubah keseluruhan cerita miliknya....
Ya.... benar...
Dia tak perlu tokoh baru....
Cukup ini saja....
Karena dia sudah kehabisan peran untuk tokoh yang baru...... :’)
#dia yang sebenarnya aku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar