Senin, 12 November 2012

_the Touch Of Heart_


_the touch of  heart _
(dia yang sebenarnya aku )
_di antara keraguan dalam batinnya...
dia mencoba tetap percaya pada takdir Rabb-nya... dia mencoba tetap percaya bahwa pertemuan itu akan semakin indah pada waktunya... dia tengah berusaha mengembalikan kepercayaannya pada rasa yang sangat ingin dia lupakan... ya semoga saja... semoga saja dia bahagia dengan apa yang dia percaya saat ini_

_dia terkejut ketika Rabb-nya membiarkan dia melihat sosok itu meski sejenak...
Dalam hatinya dia berguman “ terimakasih ya Rabb.... senang melihat dia baik-baik saja...”
dia bahagia.... dia bahagia dalam pelukan rasa sakit itu...
Dia tau.. sosok itu tak lagi melihatnya...
Sosok itu mungkin tlah jauh meninggalkannya...
Tapi entah apa yang membuat rasa itu enggan enyah dari hatinya....
Padahal sudah jelas  tak ada lagi alasan untuk dia tetap membiarkan rasa itu menari –nari dalam relung hatinya...
Mungkin jawaban yang tepat adalah “dia tlah terlalu sungguh – sungguh dengan rasa itu”....
dia terlalu setia dengan mimpi dan harapan yang terlanjur dia ukir ketika mengenal sosok itu...
dia terlalu  menikmati rasa sakitnya...
menurutnya, itulah cara miliknya_

_ suatu saat nanti akan tiba saatnya  dia harus mengindar dari keadaan – keadaan  yang  mengharuskan dia dan sosok itu bertemu...
Itu pilihan terakhir yang dia pikirkan saat ini...
Dia tak ingin membiarkan rasanya terlampau jauh pada sosok itu....
Dia ingin benar-benar melupakannya...
Mampukah dia melewati ini....??
Dia bertanya pada batinnya...
......................................
Dan tak ada sedikitpun jawaban dari dalam batinnya...
Hening_

_mata itu kembali bertemu...
Batinnya kembali terusik  oleh getar yang sudah cukup menyakitkannya....
Tapi dia berusaha tenang...
Ingin sekali dia memanggil  nama itu...
Tapi dia sadar....
Dia tak punya hak apa- apa untuk memanggil nama itu...
Dia tak mau semakin tersakiti ketika pemilik nama itu tak menggubris panggilannya....
Dia lebih baik diam....
Ya.... diam....
Dalam diamnya dia bisa mendengar detak jantungnya yang kacau ketika melihat sosok itu....
Mungkin...
Dengan menikmati kekacauan detak jantungnya.. membuat dia lebih tenang...
Detak jantungnya yang tak beraturan membuat otaknya sibuk berpikir bagaimana membuatnya kembali teratur...
Setidaknya dia tak lagi menghiraukan kehadiran sosok itu di depan matanya_

_dia menata perlahan hatinya...
Mengatur detak yang  sering kacau ketika matanya bertemu dengan sosok itu...
Dia tak lagi tenggelam dalam sedihnya...
Dia kini tengah menikmati  Cinta Rabb-nya..
Cinta yang sempurna..
Cinta yang pasti tak akan menyakiti....
Cinta yang tak akan pernah kehilangan...
Dan Cinta yang tak akan habis dimakan usia....
Dia ingin terus tenggelam dalam sujudnya....
Bercerita panjang tentang hari – harinya dalam  deretan do’a dan harapan untuk Rabb-nya....
Dia ingin terus tenggelam dalam sujudnya....
Memulihkan batin, menyempurnakan iman, dan memperbaiki dirinya....
Dia ingin terus menikmati  saat – saat tentram ini....
Mungkin ini ketenangan yang dia inginkan....
Entahlah....
Tapi dia sangat menikmati  fase ini....
Dalam batinnya terdengar bisikan berbau harapan....
“Semoga saja ... waktunya  masih cukup  lama untuk saat – saat seperti ini.. “

Tidak ada komentar:

Posting Komentar