_the touch of
heart _
(dia yang sebenarnya aku )
_di
antara keraguan dalam batinnya...
dia
mencoba tetap percaya pada takdir Rabb-nya... dia mencoba tetap percaya bahwa
pertemuan itu akan semakin indah pada waktunya... dia tengah berusaha
mengembalikan kepercayaannya pada rasa yang sangat ingin dia lupakan... ya
semoga saja... semoga saja dia bahagia dengan apa yang dia percaya saat ini_
_dia
terkejut ketika Rabb-nya membiarkan dia melihat sosok itu meski sejenak...
Dalam
hatinya dia berguman “ terimakasih ya Rabb.... senang melihat dia baik-baik
saja...”
dia
bahagia.... dia bahagia dalam pelukan rasa sakit itu...
Dia
tau.. sosok itu tak lagi melihatnya...
Sosok
itu mungkin tlah jauh meninggalkannya...
Tapi
entah apa yang membuat rasa itu enggan enyah dari hatinya....
Padahal
sudah jelas tak ada lagi alasan untuk
dia tetap membiarkan rasa itu menari –nari dalam relung hatinya...
Mungkin
jawaban yang tepat adalah “dia tlah terlalu sungguh – sungguh dengan rasa
itu”....
dia
terlalu setia dengan mimpi dan harapan yang terlanjur dia ukir ketika mengenal
sosok itu...
dia
terlalu menikmati rasa sakitnya...
menurutnya, itulah cara miliknya_
menurutnya, itulah cara miliknya_
_
suatu saat nanti akan tiba saatnya dia
harus mengindar dari keadaan – keadaan
yang mengharuskan dia dan sosok
itu bertemu...
Itu
pilihan terakhir yang dia pikirkan saat ini...
Dia
tak ingin membiarkan rasanya terlampau jauh pada sosok itu....
Dia
ingin benar-benar melupakannya...
Mampukah
dia melewati ini....??
Dia
bertanya pada batinnya...
......................................
Dan
tak ada sedikitpun jawaban dari dalam batinnya...
Hening_
_mata
itu kembali bertemu...
Batinnya
kembali terusik oleh getar yang sudah
cukup menyakitkannya....
Tapi
dia berusaha tenang...
Ingin
sekali dia memanggil nama itu...
Tapi
dia sadar....
Dia
tak punya hak apa- apa untuk memanggil nama itu...
Dia
tak mau semakin tersakiti ketika pemilik nama itu tak menggubris
panggilannya....
Dia
lebih baik diam....
Ya....
diam....
Dalam
diamnya dia bisa mendengar detak jantungnya yang kacau ketika melihat sosok
itu....
Mungkin...
Dengan
menikmati kekacauan detak jantungnya.. membuat dia lebih tenang...
Detak
jantungnya yang tak beraturan membuat otaknya sibuk berpikir bagaimana
membuatnya kembali teratur...
Setidaknya
dia tak lagi menghiraukan kehadiran sosok itu di depan matanya_
_dia
menata perlahan hatinya...
Mengatur
detak yang sering kacau ketika matanya
bertemu dengan sosok itu...
Dia
tak lagi tenggelam dalam sedihnya...
Dia
kini tengah menikmati Cinta Rabb-nya..
Cinta
yang sempurna..
Cinta
yang pasti tak akan menyakiti....
Cinta
yang tak akan pernah kehilangan...
Dan
Cinta yang tak akan habis dimakan usia....
Dia
ingin terus tenggelam dalam sujudnya....
Bercerita
panjang tentang hari – harinya dalam
deretan do’a dan harapan untuk Rabb-nya....
Dia
ingin terus tenggelam dalam sujudnya....
Memulihkan
batin, menyempurnakan iman, dan memperbaiki dirinya....
Dia
ingin terus menikmati saat – saat tentram
ini....
Mungkin
ini ketenangan yang dia inginkan....
Entahlah....
Tapi
dia sangat menikmati fase ini....
Dalam
batinnya terdengar bisikan berbau harapan....
“Semoga
saja ... waktunya masih cukup lama untuk saat – saat seperti ini.. “
Tidak ada komentar:
Posting Komentar